Penghasilan adalah jumlah uang/upah /keuntungan bersih yang didapatkan oleh seseorang setelah selesai melakukan pekerjaan. Jadi dengan kata lain, seseorang baru dikatakan mendapatkan penghasilan apabila ia telah melakukan pekerjaan atau usaha.
Pada umumnya banyak yang berpendapat penghasilan itu didapat dari gaji atau hasil usaha yang dilakukan secara keseharian saja, padahal penghasilan atau income dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
1. Penghasilan aktif
Adalah uang/ upah yang diterima dari hasil kerja atau usaha yang dilakukan secara rutin. Waktu penerimaan uang tersebut berbeda-beda, ada yang dibayar perhari, per minggu, dan perbulan tergantung dari jenis pekerjaan/usahanya.
Penghasilan aktif merupakan sumber utama pemasukan keuangan. Yang memiliki pengaruh cukup besar apabila penghasilan ini ada yang berkurang jumlahnya. Contoh dari penghasilan aktif adalah gaji, hasil pendapatan usaha atau penjualan, dan pekerjaan lainnya yang sesuai dengan minat.
Jika ingin aman, maka diperlukan beberapa sumber penghasilan, jadi tidak bergantung pada satu sumber aktif saja, apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan (contoh kerugian atau PHK) maka sumber penghasilan aktif lainnya dapat mengcover kebutuhan sehari-hari, sehingga roda kehidupan masih bisa berjalan.
2. Penghasilan pasif
Adalah uang/pendapatan yang didapat diluar penghasilan aktif dan sifatnya tidak wajib atau tambahan.
Penghasilan pasif mememberikan izin kepada orang lain untuk mendapatkan manfaat dari barang yang kita miliki dengan membayar jasa penggunaan atas barang tersebut.
Sebagai contoh pendapatan pasif adalah menyewakan rumah, kos-kosan, rental mobil, guest house, menyewakan tenda, sewa kebaya dan lain sebagainya.
Uang yang didapat dari penghasilan pasif biasanya tidak rutin, namun jika ditekuni bisa saja penghasilan pasif lebih besar dari penghasilan aktifnya.
3. Penghasilan dari Investasi
Adalah uang yang diperoleh dari pengembangan atau keuntungan yang bersumber pada investasi/ modal yang ditanamkan. Besaran pengembangan tergantung pada jenis investasi dan modal yang ditanamkan. Waktu diperolehnya keuntungan investasi dilihat pada tujuan awal penggunaan investasi itu untuk apa.
Semakin besar resiko yang ada pada investasi maka semakin besar keuntungan yang didapatkan. Contoh penghasilan dari investasi adalah bunga deposito, selisih keuntungan reksadana dan kenaikan nilai pada investasi saham.
Setelah mengetahui jenis-jenis income atau penghasilan, maka diharapkan dapat menambah wawasan dan dapat membedakan antara penghasilan aktif, penghasilan pasif dan penghasilan dari investasi.
Sehingga dengan pengetahuan ini bisa mempersiapkan ataupun menambah pos-pos penghasilan baru untuk dapat mewujudkan kemerdekaan financial.
Comments
Post a Comment