Berdasarkan definisi dari wikipedia, reksadana atau mutual fund adalah pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di pasar modal dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Dana ini kemudian dikelola oleh manajer investasi untuk diinvestasikan ke dalam portofolio investasi, seperti saham, obligasi, pasar uang ataupun efek/sekuriti lainnya.
Sebenarnya reksadana sudah ada dari dulu, tapi seiring perkembangan tekonologi digital dan maraknya influencer keuangan yang mempromosikan mengenai keuntungan memiliki reksadana, maka reksadana baru tenar akhir-akhir ini dikalangan anak muda.
Jika dulu pembelian reksadana begitu rumit dan banyak dokumen yang harus ditandatangani, saat ini pembukaan reksadana bisa sambil rebahan di rumah, anda cukup menyediakan KTP dan NPWP proses pembukaan rekaning reksadana anda sudah jadi. Bahkan saat ini ada beberapa platform belanja online sudah menyediakan sarana investasi reksadana, sangat mempermudah hidup anda bukan?
Ada beberapa reksadana yang saat ini dikelolah oleh manager investasi, kita akan bahas untuk lebih mengenal reksadana:
1. Reksadana Pasar uang
Reksadana pasar uang adalah reksadana yang dana kelolaannya 100% ditempatkan pada instrumen deposito, obligasi (dibawah 1 tahun) dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI).
Reksadana pasar uang dikatakan yang paling stabil karena berdasarkan dari bunga deposito.
Reksadana pasar uang juga dikatakan yang paling aman karena tidak mengalami fluktuatif, dan nilainya cenderung naik.
Reksadana pasar uang cocok bagi anda yang memiliki profil resiko konservatif, atau tidak ingin kehilangan modal awal, namun tetap ingin mendapatkan keuntungan. Karena biasanya orang dengan profile resiko konservatif tidak bisa mentolelir jika terjadi penurunan nilai investasi mereka mudah panik jika kehilangan uang mereka. Oleh sebab itu reksadana pasar uang sangat dianjurkan bagi orang-orang konservatif. Jangka waktu investasi pada reksadana pasar uang rata-rata singkat antara 1 s.d 2 tahun, hal ini dikarenakan reksadana pasar uang memberikan return yang tidak terlalu besar/cenderung kecil.
2. Reksadana Pendapatan Tetap
Reksadana pendapatan tetap adalah reksadana yang 80% dana kelolaannya dimasukan ke dalam instrumen investasi obligasi dan surat utang. Disebut pendapatan tetap karena efek utang dalam portofolio memberikan imbal hasil yang rutin.
Reksadana pendapatan tetap juga cocok bagi anda yang memiliki profil resiko konservatif atau yang memiliki tujuan menengah 3 s.d 4 tahun mendatang. Reksadana pendapatan tetap tidak mengalami fluktuatif, modal anda akan tetap aman dan anda akan mendapatkan imbal hasil yang rutin.
Bagi anda yang baru masuk kedalam dunia investasi, ada baiknya jika anda mencoba reksadana pendapatan tetap terlebih dulu sebagai latihan anda untuk mulai rajin berinvestasi.
3. Reksadana Campuran
Reksadana campuran adalah reksadana yang dana kelolaannya merupakan campuran dari saham, obligasi (surat utang) dan deposito.
Reksadana campuran cocok bagi anda yang memiliki profile resiko moderat, yaitu menginginkan keuntungan lebih besar dari reksadana pasar uang, tapi resikonya lebih rendah dari reksadana saham.
Reksadana campuran biasanya memiliki jangka waktu lebih panjang 4 s.d 5 tahun.
4. Reksadana Saham
Reksadana saham adalah reksadana yang dana pengelolaannya 80% diinvestasikan didalam pasar saham/bursa efek.
Bagi anda yang memiliki profil resiko agresif, reksadana saham cocok untuk anda koleksi. Profil resiko agresif dapat mentolelir jika ada penurunan nilai investasi, berharap akan mendapatkan keuntungan yang tinggi.
Reksadana saham memiliki resiko yang tinggi, hal ini disebabkan volatilitas pasar saham yang cenderung fluktuatif. Namun anda tidak perlu khawatir karena pada prinsipnya reksadana saham high risk but high return, reksadana saham memang memiliki resiko tinggi, tapi juga memiliki keuntungan yang besar pula.
Reksadana pasar uang sebaiknya anda simpan untuk investasi jangka panjang anda, karena jika dilihat dari fluktuasi harga saham, maka mustahil reksadana saham dapat menghasilkan return yang besar dalam waktu singkat. Anda dapat menggunakan reksadana saham untuk tujuan dalam jangka waktu kurang lebih 5 s.d 10 tahun yang akan datang.
Semua investasi tergantung pada tujuan anda, apakah anda membutuhkan uang dalam jangka waktu dekat atau anda dapat menginvestasikan jangka panjang, misal untuk dana pensiun anda.
Semua produk reksadana dikelola oleh manager investasi, jadi anda yang belum memiliki pengetahuan mengenai saham ataupun pasar uang dapat diuntungkan, karena tidak perlu repot mengurus semua investasi anda, anda cukup mempercayakan investasi anda pada manager investasi anda. Selebihnya anda dapat memantau nilai investasi anda melali NAV setiap hari pada laporan kinerja investasi.
Yang perlu anda ketahui adalah, nilai investasi reksadana pada masa lalu/masa kini tidak menjadi patokan kinerja reksadana yang akan datang akan sama atau lebih baik, artinya reksadana dapat berubah sesuai dengan porsi dan nilai pasar yang telah manager investasi kelola.
Jadi kapan anda akan mulai investasi reksadana?
Comments
Post a Comment