Bagi pemula yang ingin berinvestasi tentu akan mengalami kebingungan harus bagaimana dan instrumen investasi apa yang cocok. Hati-hati maraknya investasi bodong saat ini juga perlu diwaspadai bagi calon investor pemula. Ada beberapa hal yang perlu diingat oleh investor pemula agar tidak terjebak oleh investasi bodong yang saat ini sedang marak, yaitu investasi membutuhkan waktu untuk dapat berkembang,jika anda ditawari keuntungan yang besat dalam waktu singkat sudah pasti itu adalah investasi bodong.
Sebelum memulai investasi sebaiknya siapkan mental terlebih dulu, karena investasi bukan arena judi, jadi bisa jadi imbal hasil belum sesuai dengan espektasi yang diharapkan. Jangan sampai ketika nilai investasi anda turun, membuat anda kapok dan menganggap bahwa investasi adalah hal yang sia-sia.
Kemudian jika anda sudah siap mental, maka yang harus anda lakukan adalah mengenali instrumen investasi yang sesuai dengan profile resiko anda, beberapa instrumen investasi dibawah ini cocok bagi para pemula, apa saja? Yuk kita simak:
1. Deposito
Deposito merupakan investasi yang paling aman bagi pemula. Saat ini beberapa bank berlomba-lomba untuk mengumpulkan dana masyarakat dengan mempermudah untuk membuka deposito yang dapat dilakukan secara online melalui smartphone masing-masing.
Keunggulan deposito yaitu mempunyai beberapa pilihan waktu untuk menyimpan dana, tergantung kebutuhan anda, jadi anda dapat menghitung hasil yang dapat diperoleh dengan jangka waktu yang telah anda sepakati. Selain itu deposito juga dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan), sehingga dana anda aman tersimpan.
Karena karakteristiknya yang aman maka return yang dihasilkan dari deposito relatif kecil, namun jika dibandingkan dengan tabungan biasa/simpanan anda di bank, boleh dikatakan return yang diperoleh deposito lebih besar.
Hampir semua bank memiliki layanan untuk deposito, untuk membuka deposito sendiri anda cukup datang ke bank yang anda pilih/percaya, kemudian isi data diri dan formulir yang wajib anda ditandatangani di costomer service, atau jika bank anda sudah memiliki sistem pembukaan deposito secara online, anda cukup mengisi data diri pada sistem dan kode otentifikasi, maka anda sudah resmi memiliki deposito sendiri.
Kekurangan dari deposito selain return yang kecil adalah adanya pinalty jika anda mencairkannya sebelum jatuh tempo. Setiap bank memiliki peraturan yang berbeda- beda terkait besarnya pinalty yang harus anda tanggung jika ingin mencairkan deposito sebelum jatuh tempo.
Oleh karena itu sebaiknya jika anda ingin membuka deposito, pastikan tidak ada kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi sampai dengan jangka waktu deposito selesai.
2. Emas
Sejak zaman dahulu emas memang selalu menjadi icon untuk melambangkan kekayaan seseorang. Emas juga banyak dipakai oleh raja-raja untuk melambangkan kemakmuran. Oleh karena itu emas menjadi logam yang "istimewa" dibandingkan logam lainnya karena sifatnya yang tidak mudah rusak/berkarat dan mudah ditempa/lunak.
Dari sisi ekonomi emas merupakan alat tukar, harga emas yang selalu naik dianggap dapat melawan inflasi. Bahkan sekarang emas dapat meningkatkan prestige atau gengsi pemiliknya.
Untuk memiliki emas sendiri saat ini sangat mudah, anda cukup datang ke toko emas dan membeli emas tersebut. Namun demikian anda harus membawa uang yang cukup besar untuk membelinya. Jika budget anda terbatas saat ini ada beberapa bank syariah yang menawarkan pinjaman untuk membeli emas dengan pembayaran angsuran tiap bulan/mencicil, berbeda dengan toko emas, jika anda membeli dari toko emas maka anda dapat langsung membawa pulang emasnya, sedangkan jika anda mencicil emas di bank, maka bank akan menyimpan emas anda sebagai jaminan, dan anda baru akan menerima emas anda pada saat jatuh tempo/pinjaman lunas.
Bisa juga dengan memanfaatkan tabungan emas yang ada di pegadaian, atau melalui tabungan emas online yang resmi terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan), pada saat tabungan anda sudah cukup, maka emas baru dapat diterima/dicairkan.
Dengan banyaknya kelebihan yang dimiliki emas, tentu ada beberapa kekurangan pula, kekurangan investasi emas adalah anda harus menyediakan tempat agar emas anda aman, anda dapat menyewa deposit box di bank, tentu saja ada biaya yang harus anda keluarkan untuk itu.
Selain itu emas tidak memiliki pengikatan terhadap pemiliknya, pada prinsipnya, yang membawa emas adalah pemiliknya, sehingga jika emas anda dicuri, maka pencuri dapat menjual emas tersebut secara bebas.
3. Reksadana
Produk reksadana sebenarnya sudah ada sejak lama, namun baru akhir-akhir ini lebih dikenal oleh masyarakat karena semakin banyak peminatnya.
Reksadana sendiri berdasarkan Wikipedia adalah wadah dan pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen -instrumen investasi yang tersedia di pasar modal dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Dana ini kemudian dikelola oleh manager investasi untuk diinvestasikan ke dalam portofolio investasi, seperti saham, obligasi, pasar uang ataupun efek/sekuriti lainnya.
Untuk memulai investasi reksadana anda dapat mendatangi manager investasi atau bank sebagai agen yang sudah bekerjasama dengan manager investasi, anda juga dapat membeli reksadana melalui beberapa aplikasi online milik manager investasi yang diawasi langsung oleh OJK. Setelah mengisi formulir, biasanya anda akan diminta mengisi profile resiko, sebagai patokan manager investasi agar dapat mengarahkan reksadana apa yang sesuai dengan profil resiko anda.
Berdasarkan klasifikasinya reksadana terdiri dari:
Reksadana pasar uang, adalah reksadana yang 100% dananya dikelola di instrumen pasar uang, seperti deposito, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan obligasi yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun. Reksadana pasar uang cocok untuk anda yang mengutamakan keamanan dan tidak mau mengambil resiko berkurangnya modal, namun memiliki hasil yang lebih besar dari bagi hasil tabungan biasa.
Reksadana pendapatan tetap, adalah
reksadana yang dana investasinya 80% diinvestasikan dalam bentuk obligasi atau efek hutang. Pengembalian dari reksadana pendapatan tetap sendiri cenderung stabil. Bagi anda yang memiliki profil resiko konservatif atau menginginkan inbal balik yang rutin/tidak terlalu berfluktuasi maka reksadana ini dapat anda coba.
reksadana campuran, adalah reksadana yang dana investasinya merupakan campuran/gabungan dari obligasi, pasar uang dan saham. Return yang dihasilkan lebih besar dari pendapatan tetap, namun tetap memiliki kekurangan yaitu berkurangnya nilai investasi karena penurunan harga pasar saham.
reksadana saham, adalah investasi yang dananya lebih banyak ditanam pada pasar saham, dengan porsi dana investasi 80-90% saham dan 20-10% pada pasar uang dan obligasi. Model investasi ini sesuai untuk anak muda yang masih memiliki waktu panjang dan profile resiko agresif, return yang dihasilkan paling besar diantara produk reksadana yang lain, namun jika pasar saham mengalami penurunan, maka anda juga akan mengalami penurunan nilai investasi.
4. Saham
Digadang-gadang sebagai tempat investasinya orang kaya investasi saham sebenarnya bisa dilakukan oleh anda yang memiliki modal pas-pasan, bahkan saat ini sudah banyak anak mudah dan pelajar yang sudah berminat untuk investasi di pasar saham.
Jika anda ingin berinvestasi saham, anda dapat mengunjungi perusahaan sekuritas atau melalui aplikasi online resmi, and cukup menyiapkan KTP, NPWP dan cover buku tabungan, dan tunggu sampai rekening sekuritas anda dapat digunakan.
Perlu diingat bahwa pasar saham sangat fluktuatif, anda perlu mempersiapkan mental lebih jika keadaan pasar sedang turun, jangan sampai niat anda investasi menjadi kapok untuk berinvestasi. Karena keuntungan besar yang didapat sejalan dengan resiko besar yang akan dihadapi. Oleh karna itu Sebaiknya investasi saham dilakukan untuk jangka panjang.
Ada 2 keuntungan yang anda dapat dari investasi saham yaitu kenaikan nilai saham dan anda juga akan mendapatkan deviden dari saham perusahaan yang anda miliki.
Beberapa investasi diatas dapat dilakukan bagi anda para pemula yang ingin melakukan investasi, namun masih bingung menentukan instrumen investasi apa yang cocok bagi anda.
Karena investasi memerlukan waktu untuk tumbuh dan berkembang maka sebaiknya sebelum memulai investasi anda sudah menyiapkan dana darurat, untuk jaga-jaga apabila terjadi sesuatu diluar dugaan.
Jangan pernah berinvestasi menggunakan uang hasil hutang ataupun uang yang dipakai untuk kebutuhan sehari-hari, karena untuk mendapatkan keuntungan dalam investasi tidak ada yang instan.
Comments
Post a Comment