Tren investasi emas saat ini sudah mulai digandrungi oleh berbagai kalangan, bukan hanya didominasi oleh ibu-ibu saja, walaupun memang emas identik dengan ibu-ibu.
Sudah sejak zaman dahulu emas memang menjadi simbol kekayaan seseorang. Biasanya jika ada perayaan atau acara-acara besar lainnya, banyak yang menggunakan emas sebagai penanda status sosialnya.
Dalam dunia investasi emas juga dimasukan kedalam investasi yang paling baik karena sifatnya yang mudah untuk dijual kembali dan tahan terhadap inflasi.
Jika anda berminat untuk investasi emas, sebaiknya anda investasi dalam bentuk Logam Mulia (LM), karena kadar emas lebih besar dan tidak ada potongan harga seperti emas perhiasan.
Sebenarnya apa saja sih keuntungan yang didapatkan jika anda tertarik untuk investasi emas? Disini beberapa keuntungan yang bisa anda dapatkan dari investasi emas,yaitu:
1. Nilainya stabil, bahkan cenderung naik
Bisa dikatakan dari dulu hingga saat ini harga emas mengalami kenaikan yang cukup signifikan, namun jika dibandingkan dengan investasi yang lain, emas merupakan investasi yang cukup stabil, jikapun ada penurunan, tidak terlalu berpengaruh besar terhadap harga emas itu sendiri.
Oleh karena itu emas bisa menjadi aset save haven, atau dengan kata lain investasi yang memiliki tingkat resiko rendah ketika perekonomian global sedang tidak menentu/ada gejolak geopolitik.
2. Tidak tergerus inflasi
Ketika anda membeli kebutuhan pokok, anda akan menyadari bahwa semua kebutuhan pokok yang biasa kita beli untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari makin lama semakin naik, jika dibandingkan dengan zaman dulu berbelanja Rp500rb kita sudah dapat membeli semua kebutuhan pokok, berbanding terbalik saat ini Rp500rb hanya dapat setengah dari kebutuhan pokok anda.
Kenaikan harga barang tersebut disebabkan inflasi yang terjadi setiap tahunnya. Penyebab pertama terjadinya inflasi adalah peredaran uang di masyarakat lebih tinggi dibandingkan dengan yang dibutuhkan. Inflasi terjadi dikarenakan jumlah barang tetap namun uang yang beredar meningkat hingga dua kali lipat. Hal itu menyebabkan harga barang naik hingga 100%.
Kenaikan harga emas terbukti mampu menahan laju inflasi. Jika sepuluh tahun lalu pada tahun 2010 harga emas pergram sekitar Rp 338.000,- saat ini sepuluh tahun kemudian di tahun 2020 kenaikan harga emas cukup signifikan di angka Rp 1.040.000,-.
Maka dari itu banyak ibu-ibu pada zaman dulu berinvestasi emas dengan memanfaatkan kenaikan harga, mereka membeli emas pada saat harga masih rendah dan menjualnya nanti pada saat harga emas naik.
3. Terlindung dari resiko kerugian
Perlu diketahui, harga emas memang tidak selalu naik, harga emas juga mengalami volatilitas, namun fluktuasi nilai penurunan emas tidak terlalu berpengaruh besar terhadap minat masyarakat yang ingin membeli emas.
Jika dibandingkan dengan jenis investasi lainnya, investasi emas cenderung naik, jadi jika anda ingin investasi yang minim resiko, maka cocok berinvestasi di emas.
4. Mudah dijual kembali jika sewaktu-waktu butuh
Kelebihan investasi emas yang disukai oleh investor adalah, emas mudah dicairkan/dijual kembali pada saat anda membutuhkan uang. Anda cukup datang ke toko emas/pegadaian untuk menjual/menggadai emas tersebut, maka anda sudah mendapatkan uang anda.
Oleh karena kemudahan tersebut anda memerlukan tempat penyimpanan khusus untuk emas anda, agar tidak hilang/dicuri orang, karena pada prinsipnya siapapun yang membawa emas tersebut adalah pemilik emas tersebut.
5. Tidak mudah rusak
Menurut sifatnya, emas adalah logam yang tidak bisa teroksidasi sehingga disebut sebagai logam mulia. Sifat khusus ini menjadikan nilai emas tidak mudah pudar atau rusak.
Kadar kemurnian emas sering kali disebut dengan karat. Kadar tertinggi 24 karat dimiliki oleh logam mulia dengan kadar emas 99,99 persen alias murni.
Sementara itu, berbeda dengan emas batangan, emas perhiasan biasanya memiliki kadar 22 karat atau kemurniannya hanya sekitar 91 persen. Mengapa kadarnya tidak setinggi logam mulia?
Emas perhiasan perlu dibentuk dan dibutuhkan campuran logam lain seperti perak dan tembaga agar bentuknya tidak mudah berubah. Di sisi lain, emas murni 24 karat sifatnya lunak dan mudah berubah sehingga tidak cocok untuk perhiasan.
Maka dari itu, emas logam mulia dengan kadar 99,99 persen lebih cocok dijadikan investasi karena kemurniannya yang menjadikan nilainya lebih tinggi daripada emas perhiasan.
6. Aman untuk investasi jangka panjang
Karena penjelasan diatas maka emas cocok dijadikan salah satu investasi anda, volatilitas emas yang cenderung naik tiap tahunnya dan bentuk emas yang tahan lama/tidak mudah rusak dapat menjadi pertimbangan anda dalam membeli aset untuk investasi jangka panjang anda.
Sifat emas yang tahan terhadap inflasi, membuat emas selalu menjadi primadona, saat ini makin banyak anak muda yang sudah melek investasi dikarenakan banyaknya para influencer keuangan melalui media sosial yang mengajak untuk mulai berinvestasi sejak dini.
Cara mendapatkan emas tersebut juga lebih mudah, jika pada zaman dulu anda harus menyiapkan dana besar untuk membeli emas, saat ini sudah banyak cara untuk mendapatkan emas (Logam Mulia), anda dapat mencicil emas di bank syariah atau melalui tabungan emas pegadaian, jika anda tidak ingin repot dan bisa sambil rebahan dirumah, anda dapat membuka tabungan emas online di situs jual beli emas online yang terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan).
Jadi jika sudah tahu enaknya investasi emas, kapan anda memulai investasi? Semakin muda anda memulai maka semakin banyak hasil investasi yang akan anda dapatkan.
Comments
Post a Comment